Dinamika Cinta Anak Kuliahan

hayooo siapa disini yang baru mau masuk kuliah? semester 1? semester 3? 5? atau lagi sibuk sempro alias seminar proposal skripsi??? hahaha gimana rasanya kuliah gaesss.. enak kaan. beda banget pasti ya antara sekolah sama kuliah. ibarat burung, kuliah tuh serasa terbang bebas gitu deeh. aduh sok asik ya, maaf-maaf :) aku lagi bersemangat nih nulis dengan judul ini. ehemm kita mulai dari mana ya. mulai dari cerita aku deh. btw fyi aku sekarang lagi ada di semester 5. wkwk rasanya pengen ketawa duluan kalau nyebutin semester ini. coba deh cari meme-meme di internet tentang semester ini, sungguh luar biasa banyak hujatan caci-makian dan kata-kata kotor yang ada. Ahh lebay, gak gitu juga kok teman-teman. Cuma ada yang bikin meme kalau di semester ini tuh waktu kalian punya kantong mata yang berkantong mata, dimana pacar mendadak jadi ganteng dan pengen langsung minta nikah aja, dan lain sebagainya yang kadang kalau baca sedikit banyak ngakaknya. Aku mulai cerita nih berhubung judulnya problem cinta, jadi aku mulai dari cerita aku yaa. Gak tertarik ya? Hahaha. Yasudah aku tetep cerita (muka polos)

Sejak SMA kelas 2 aku berpacaran dengan sebut saja YG, kami intens bertemu seminggu sekali dikarenakan jarak rumah kami yang walaupun Cuma bertetangga desa tapi kami sibuk dengan urusan masing-masing. Aku sekolah, dia kerja. Tidak pernah terjadi konflik diantara kami, hanya saja kami sempat putus karena aku yang tergoda dengan PIL (read: Pria Idaman Lain), ya maklum masih labil dan butuh eksplor lebih gitu. Trus saat aku udah mau masuk kuliah, aku ngajak balikan dia (ceritanya tidak menemukan laki-laki yang lebih baik dari dia). Mulai deh drama-drama maba (mahasiswa baru) dimulai. Semester 1, masih sibuk dengan mencari koneksi dan adaptasi lingkungan baru. Pertengahan semester satu mulai dapet temen yang klik buat jalan bareng sekalian lirik-lirik cari yang beningan diantara yang kusam (eh kok jahat). Trus-trus lanjut akhir semester satu menjelang liburan udah tau target dan sasaran mana aja yang bakal jadi inceran dan bahan bahasan sama temen. Lanjuut semester 2, awalnya sudah menebak-nebak bakal kayag gimana muka si doi-doi setelah satu bulan lebih tidak melihat batang hidungnya. Kalau aku sih mikir mau juga merubah penampilan gitu, mungkin yang lain akan langsung potong rambut apa kulit lebih putih mungkin. Yaah tapi apalah dayaku, daku masih sayang banget sama uang yang walau gak seberapa bisa buat nambah koleksi sepatu. Yaa gitulah pemikiranku. Setelah bertemu dan biasa aja, ya sudah lewat gitu aja. Semester ini, kita mulai tuh fokus sama satu-dua orang buat dijadiin mangsa, kan kalau semester 1 itu masih general gitu liatnya. Nah disini kalau pengalamanku, aku mulai PDKT sama kakak-kakak keceh dari jurusan sebelah. Kami dipertemukan dalam sebuah Ormawa (Organisasi Mahasiswa), kurang lebih 1 semester kita dekat dan berakhir dengan kakak-adik zone. Karena otak lagi menjunjung tinggi idealisme dan rasionalisme, aku milih putusin si YG, pacarku. Yaa karena pertimbanganan si Rasio tadi yang buat aku milih yang dekat dan mungkin masa depan yang mapan nantinya. 

Setelah putus, mulai tuh di semester 3 aku kode-kodein si kakak keceh.  Mungkin biar ada pengakuan gitu ya didiepan temen saat ditanya siapa pacarnya, haha. Gak gitu juga sihh, cuma banyak bayangan indah aja sama si kakak keceh itu. Mulai dari pelukable-nya dia, sandarable juga. Pokoknya yang indah-indah deh di kepala. Trus setelah kode-kodean cukup kenyang, si kakak tu dengan kurang ajarnya pindah univ. Haisshh pusing tujuh kelilingkan. Ini masih positif thinking soalnya pindahnya masih di satu kota dengan univ ku J masih ada harapan lahh.

Satu-dua bulan masih berjalan.. kami masih sempat menonton konser bareng dan chattingan layaknya kekasih (pengen muntah). Lalu kami lost contact, aku dengan ego setinggi langin ketujuh, ogah suruh ngechat dia duluan. Akhirnya karena aku sering berhalusinasi parah (bohong) dan sering bercerita yang tidak-tidak ke sahabatku yang juga kenal dengan si kakak, temanku melanjutkan ceritaku ke si kakak. Akhirnya si kakak menghubungi aku, dan TATTARAAAAATADAA!!! Pesan si kaka begitu menyakitkan, singkatnya kau ditolak! Gezzzz.. mulai deh semester 4 aku berprinsip tidak mau berhubungan sama cowok, uhhh. Kunikmati hidup jomblo dengan senang-senang susah hehe. Banyak senangnya sih, jalan-jalan sama temen sepuasnya dan lain sebagainya yang tidak bisa ku lakukan jika aku punya pacar. Kupikir satu semester cukuplah buatku jomblo. Hingga pada kahirnya liburan semster 4 gara-gara ultahku diajak daki gunung sama si YG (si mantan) aku balikan hahaha. Dasar ya tidak punya prinsip. Dan hubungan kami sampai di titik ini, dimana aku tidak ingin kuliah dan ingin segera dilamar oleh mas YG. Wkwk

NB: cerita tidak sesederhana itu, banyak badai dan pelangi yang tidak muat jika harus ku buka semua disini. Intinya, semua proses yang akan kamu jalani di masa kuliah akan seindah apapun itu yang terindah. Cukup nikmati prosesnya dan yeah lakukan sesuai jalan yang Tuhan berikan. Tuhan memberkati J



Komentar