HALAHH cuma topik MOVE ON-nya anak bau kencur
Hai gaess. Pasti kalian yang
search key lock ini lagi pengen banget hilang ingatan yaa.. iya hilang ingatan
soal mantan. Hehe sok tau ya aku. faktanya kalian akan menemukan berpuluh-puluh
ribu artikel maupun jurnal ilmiah (mungkin) tentang topik move on. Sebenarnya aku
tidak tau pasti arti kata move on sendiri itu apa, aku selalu menyimpulkannya
sendiriseperti kebanyakan orang. Oke deh nanti kalau kalian nemu di situs resmi
apa itu artinya move on, kasih tau aku ya hehe.
Topik ini lebih populer di masa
remaja. Malah kadang aku nemuin (diriku sendiri) berkata-kata move on-move on
di depan teman-teman aku padahal belum tentu juga apa yang aku alamin itu
segalau arti move on itu sendiri. intinya aku dulu pas jadi ABG labil seringkali
mendramatisir cerita tentang susahnya move on dari mantan. Wkwk pengakuan
terlarang nih. Aku snediri merasakan pacaran sudah sejak SMP kelas 2 dan
berhasil mempertahankan hubunganku dengan si mantan selama 2 tahun. So pasti
waktu itu aku putus nyambung gitu. Putusnya 6 bulan, nyambung lagi 2 bulan trus
putus lagi. Haha dasar ya anak jadul. Tapi anehnya yang bikin aku susah move on
itu bukan si mantan ini, melainkan si teman aku satu kelas (waktu SMP) yang gak
pernah jadian tapi jadi TTM (Teman Tapi Mesra) setiap hari waktu itu. Aku udah
panggil sayang-sayangan aja, soalnya waktu itu pacar aku gak satu sekolahan
sama aku. jadinya hubunganku dengan teman satu kelasku ini cukup harmonislah
dibilang. Aku sama dia itu tingkahnya malu-malu kucing, sok protektif, sok
marah-marahan, merajuk, dan hal hina lainnya untuk anak seumur SMP.
Nah ini nih yang aneh, setelah
dia tau aku punya pacar di sekolah lain, dia mulai menjauh dan menghindar. Ya kali
kita kan satu kelas mana mungkin gak ketemu. Pasti kita papasan dan ngerti
kegiatan satu sama lain, tapi gak saling nyapa. Bahkan untuk dia senyum ke aku
aja kayag dia mau ngadepin kiamat dulu baru mau. Nah gara-gara itu batinku
tersiksa dan aku mutusin buat putus sama pacarku dan berniat buat menjalin
hubungan serius sama dia (yaelaaah gaya bahasa anak jaman now). Alhasil mulai
saat itu aku berusaha mengejar dia dari mulai memilih SMA yang sama hingga
usaha ekstrim denagn nembak dia langsung. Hahaha. Dan tau gak, AKU DITOLAK! Eh bukan
di tolak juga sih, mungkin lebih tepatnya gak direspon (bahasa halusnya).
Nah pada saat itu mulai aku
selama kurang lebih 4 tahun aku berusaha buat deketin dia lagi, aku mulai tau
artinya susah move on yang sebenarnya. Kalau menurutku sih susah move on itu
ketika pikiran kita hanya tertaut pada satu orang, seakan dia orang terakhir
yang hidup di bumi, seakan dia bakal jadi pangeran kuda putih yang membawa
berjuta kebahagian jika kita bersama dia atau kita kan mati terpuruk jika tidak
berhasil mendapatkan dia. Hah capek dehh... itu pemikiran ku dulu.
Nah ini nih yang aku dapet dari
cerita temanku yang kebetulan adalah calon Psikolog, menurut dia susah move on
itu karena kita berusaha untuk mengingat kenangan-kenangan manis bersama dia. Susah
karena kita yang memang tidak ingin lupa. Tidak bisa karena kita yang memang selalu
berharap dia bisa bersama kita. Gitu gengss.. kalau aku denger cerita yang
susah move on sampai dia nangis ketika ingat si doi, itu cintanya seberapa gede
ya? (sharing dong kalau kebetulan baca artikel ini dan pnya pengalaman seperti
itu). Soalnya aku gak pernah ngrasain yang sedalem itu. Kalau ditanya tentang
prinsip, aku gak punya. Aku terlalu fleksibel untuk sebuah prinsip (hehe alesan
aja sih). Aku suka berganti-ganti cara buat move on. Kalau yang pertama waktu
SMP dulu itu, aku menerapkan dengan mencoba berpacaran dengan orang lain selagi
mengejar cinta si doi. Itu menurutku benar-benar tidak efektif. Terus yang
kedua seingatku,aku berhenti stalking dan fokus mengejar cita-cita (bahasa
kerennya). Cara yang ini efektif tapi gak bertahan lama, soalnya berat dan
tanganku gatel terus penegn buka sosmed dia. Trus yang ketiga emm aku mencoba
lari, dengan memilih tidak aktif di sosmed maupun apapun yang berbau sama dia, misalnya
buka bersama bareng sama temen SMP, dll. Yah hasilnya aku bisa menikmati hidup,
tapi endingnya aku gak tahan lagi dan minta kejelasan sama dia. Eh kabar
mengejutkan datang kalau dia jadian sama temen satu kelas ku juga. MIRISSS
pemirsahh. Tapi saat itu rasanya ada beban yang terangkat di pundak. Lega aja
gitu liat dia udah ada pasangan. Ya kecewa pastilah, tapi hari-hari ku itu
lebih ringan gitu. Memang sih mungkin artikel ini kurang membantu banget buat
kalian pejuang move on yang merana nelangsa. Tapi semoga denagnpengalaman itu
kalian bisa memeprsingkat jalan kalian dari perjalanan panjang buat move on. Intinya
gaess tidak ada yang sederhana di dunia ini. Semua saling berkaitan dan
terhubung.
Akhirnya dari pengalamanku tadi
yang bisa aku sampaikan adalah, semua itu berasal dari diri kalian sendiri.
tanyakan yang sebenarnya ingin kalian lakukan, lalu beranilah untuk
mewujudkannya. Entah itu berhasil atau enggak, sesuai atau enggak sama
ekspektasi itu urusan belakang J
intinya lega dulu lah wkwk
Fyi: sebenarnya si
penulis sendiri belum sepenuhnya benar dan yang diatas adalah murni sebagai
pengalaman bukan penelitian ilmiah yang telah diuji kebenaran dan
keefektifannya
SELAMAT BERJUANG GAEEES!!!!
x
x
Komentar
Posting Komentar