Menulis sebagai katarsis, dalam pendapatku

Diriku datang lageeee

Banyak drama sih yang buat aku kembali buat bulis di blog ini lagi..
Fyi aku sudah banyak menulis di diary pribadiku, di dirita-cerita yang kubuat untuk sekedar menyalurkan ide, dan satu lagi, aku menulis karya ilmiah 😂😂

Tapi sepertinya kalau dilihat dari tujuannya aku menulis yang untuk mereduksi emosi-emosi negatif yang aku rasakan, sepertinya sedikit mengecewakan. Yaa memang menulis itu menurut ilmu psikologi bisa buat katarsis (menyalurkan emosi). Menulis menjadi cara yang cukup efektif, tapi hanya untuk sekedar mereduksi agar kita tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Aku merasakan belakangan ini emosiku sering naik turun dan menulis bukan llagi hal yang bisa aku andalkan. Aku merasa akan sama saja kalau aku menulis seperti biasanya. Dorongan untuk melakukan hal-hal yang menurutku bodoh tetap kuat dan eemnulis tidak memberikanku kepuasan. Kasang aku invin mencaci maki orang, tapi ketika aku hanya menuliskan di diary, hal itu tidak membantu bahkan sekarang terkesan bodoh. Kenapa aku tidak menyampaikan secara langsung, mungkin lebih melegakan. Tapi sekali lagi, kemungkinan-kemungkinan yang bisa kutemui.

Menulis juga membuatku semakin tidak bisa mengutarakan perasaan ke seseorang, bukan bukan karena aku menjadi introvert.. tapi lebih ke polaku yang sudah nyaman dengan memendam dan mencurahkannya pada tulisan. Tapi di titik ini aku tidak menemukan kepuasan dari menulis.. sungguh dilema..

Mungkin bisa buga dipilah, mana yang bisa diutarakan atau hanya cocok untuk ditulis dan di konsumsi sendiri.

Begitupun kegitan lain selain menulis sangat diperlukan (asal positif), mungkin mungkin aku hanya jenuh menulis sehingga pemikiran-pemikiran buruk bermunculan. Atau emosiku terlalu kuat dan butuh hal yang yebih dari sekedar menulis.

Aku juga sadar batas yang aku terapkan dalam hidupku terlalu naif dan kekanak-kanakan. Aku memilih untuk membangun benteng, dimana tidak adaada seorangpun yang tau bagaimana sebenarnya kehidupanku. Mungkin jika mereka melihat diaryku baru mereka akan terkejut dengan apa yyang sebenarnya aku rasakan.

Aku membatasi apa yang aku ceritakan, entah untuk tujuan apa apa dan manfaatnya apa. Semua kurancang dengan tiba-tiba dan tanpa pertimbangan.

Sampai sekarang aaku belum tau, apa caraku ini benar atau aetidaknya tidak salah 😊

Hope you all, find your way to live your life. Not other people way that you keep.

Komentar